Postingan

Putih yang menyamar Hitam-Chapter 9

Gambar
  M ahasiswa Baru   ~Sesekali ia melirikku dengan tawa, sungguh itu membuatku salah tingkah. Untung saja aku tidak tersedak kala senyum manisnya meningkat~ *** Seperti dugaanku sebelumnya, sebuah bangku di universitas negeri datang menghampiri. Aku mengumpulkan rasa bangga yang tak terkira, tapi nyataku tak sesuai ekspetasi. Dunia kampus penuh keribetan yang mengikuti dan kami dipaksa untuk mandiri. Para dosen tidak terlalu ikut andil dalam memberikan pengumuman pada mahasiswa. Senior menjadi pemeran utama yang mengurus juniornya. Aku tidak tahu bagaimana semua mahasiswa baru bisa mendapat informasi perkuliahan secara terperinci. Ada yang bilang sosial media dapat menjadi penolong yang baik , tapi aku tidak terlalu percaya perantara yang belum pasti kebenarannya. Beruntung, aku dibantu seorang senior yang berbadan tegap dan berpenampilan memikat . Saat ini t atapan melayang pada w ajah nya yang sangat cakap dan aku harus me mberinya pengakuan mutlak. Tipe lelaki yan...

Putih yang menyamar Hitam-Chapter 8

Gambar
Abangda Depo   ~Rindu dan cinta tidak akan datang dengan kata permisi, juga tidak berpamitan saat akan pergi . Jadi, kuperingatkan untuk hati-hati!~ *** Rindu dan cinta tidak akan datang dengan kata permisi, juga tidak berpamitan saat akan pergi dan aku harus lebih hati-hati. Meski sudah mewaspadai, rindu itu membawaku dalam sengsara . Subuh ini peng usik itu datang lagi , a ku menangis tanpa dalih . Pernah beberapa tanya muncul dalam pikiran. Mengapa ia selalu kembali? Sesak yang terasa semakin menjadi. Tidak bisa dikatakan semua akan baik-baik saja. Awal yang tidak tahu kapan berakhir , memang lebih menyedihkan dibanding kekosongan. *** “ Pagi-pagi mata udah sembab aja, habis patah hati ya? Dasar betina, ” kicaunya saat berdiri di depan kelasku. “ Sorry , haram bagi jomlo untuk patah hati! ” celotehku dengan nyaman, seolah  kesendirian ini patut mendapat tepuk tangan. “J omlo juga bisa patah hati, apalagi kalau yang disukai sudah punya kekasih. ” Spontan...

Putih yang menyamar Hitam-Chapter 7

Gambar
Tenggat Cinta ~Semakin bertambahnya usia, kami kehilangan apa yang pernah dibangun bersama. Kami menjadi lebih kaku dari yang seharusnya~ ***               Singgah di tempat mereka. Aku mencoba peruntungan , atas misi yang sering kutunda . Kita tidak pernah tahu kapan sesuatu yang telah diupayakan meraih keberhasilan , untuk itu aku mau berusaha selama kesempatan masih ada. Bisa saja kita sukses pada percobaan yang pertama, kelima, ketujuh atau bahkan yang keseribu.               “ Sebaiknya Nesta pilih jurusan yang prospek kerjanya bagus, jangan buang-buang waktu untuk hal yang tidak bisa menjamin masa depan. Papah dan Mamah akan bekerja keras untukmu, ” sapa Papah saat aku baru menyalami tangannya. Apakah ia tidak ingin sekedar basa-basi walau aku tidak menyukainya?               ...

Putih yang menyamar Hitam-Chapter 6

Gambar
  V acum of Love ~Aku sedang tidak membutuhkan seorang kekasih, teman saja sudah cukup menginspirasi~ ***               Setelah berhasil meninggalkan masa SMA, status baru yang kami sandang adalah pengangguran senyampang; alias pengangguran sementara . Sebagian orang terlihat sibuk privat sebagai kuda-kuda menghadapi ujian masuk universitas, beberapa orang lagi malah tenggelam menulis lamaran kerja secara ber tukas-tukas .               Terlepas dari semua kegiatan yang orang lakukan, aku hanya diam tanpa ada sesuatu yang perlu dipikirkan . Sedikit membosankan memang, tapi aku lebih menyukainya. Bukan tidak hirau atau berujud angkuh , namun sebuah bisikan mengatakan kursi di universitas negeri telah dipersiapkan untukku . Lucunya, aku percaya pada sugesti kalbu.              ...

Putih yang menyamar Hitam-Chapter 5

Gambar
    Sebuah awal ~Kami hanya kasus yang tidak akan pernah pupus atau putus~ ***               Semenjak Sata berpacaran dengan Gladies, aku tidak pernah lagi melihat lelaki itu keluar dari balik pintu coklatnya. Setiap kali melewati jalan setapak yang pernah menjadi saksi kisah kami, hati selalu mengamuk dan berkata ingin tinggal sebentar lagi.               “ Sata pasti keluar dan akan mengantarku pulang ,” batinku beberapa kali. Namun, saat kaki sudah melangkah sangat lambat, ia tak kunjung kudapat. Sata membuatku terbiasa dengan hadirnya yang tak terduga, lalu kini meninggalkanku dengan adaptasi baru yang harus kulakukan sekuat tenaga.               Malam telah datang untuk melakukan tugasnya, tapi suasana penat dari kemarau panjang masih memberi kesan tak tertahankan. Debu k...