Putih yang menyamar Hitam-Chapter 26
Datar ~Aku ingin segera merebahkan tubuh yang pilu, mengistirahatkan otak yang terenyuh dan mendiamkan hati yang terlalu sering terkena sembilu~ *** Setiap orang butuh alasan untuk mempertahankan sesuatu, tapi aku? Tidak ada alasan untukku bertahan hidup dan ini semakin membuat sulit di setiap detik. Setiap pagi aku bangun dengan sikap uring-uringan, menatap jam yang menandakan keterlambatan, hingga rasa tidak peduli akan resultan. Tuangan air dari gayung menuntunku menutup mata, nikmatnya sampai ke jiwa. Aku masih berdiam diri meski tubuh sudah bersih. Suara air dari keran membantuku menikmati kedamaian. Pernahkah kalian merasakan kamar mandi sebagai tempat ternyaman? Mungkin inilah jawaban dari kebiasaan pecandu obat terlarang. Bukan hanya untuk menyembunyikan diri, tapi untuk menikmati mimpi. Bebas berimajinasi, seperti tidak ada lagi beban di hati. Napas serasa lebih cepat. Bahkan aku lebih banyak menghela daripada menghirup oksigen di udara. Helaan kelegaa...