Putih yang menyamar Hitam-Chapter 27
Kembalinya Bentuk Senyuman ~Apa yang menjadi milikku akan tetap jadi milikku. Sejauh apapun ia pergi, suatu saat akan kembali~ *** “Nest, di depan ada yang nyariin, katanya temanmu,” ujar Kakak kos yang nongol dari pintu kamar. Aku sedang butuh udara segar, jadi kubuka pintu lebar-lebar. “Makasih Kak.” Aku bangkit dengan rasa semangat. Apakah sahabat tercinta sudah tidak marah? Mengapa tidak langsung masuk saja? Menjadi kikuk ‘kah? Sungguh tak pernah terduga, pertengkaran kecil menciptakan suasana berbeda. Semoga pertemuan menjadi solusi kembalinya suasana semula. Aku sangat senang, hingga keluar tanpa persiapan. Rambut masih acak-acakan, piama juga masih kugunakan. “Nesta itu cantik, pintar, jago masak, rajin nabung uang koin dan baik hati lagi. Siska yakin banyak laki-laki yang mengharapkan Nesta,” pujinya dengan bangga. “Jangan terlalu melebih-lebihkan!” kilahku yang masih menatap ke atas, tapi tak jelas. “Siska serius, Bang Depo salah satu bukti...