Postingan

BACKPACKER'AN MURAH, AMAN, DAN NYAMAN

Gambar
  By Senna Simbolon Hai sobat traveler , liburan merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu ketika sudah menjelang tanggal merah atau saat pikiran dan perasaan sedang tertekan lingkungan. Untuk beberapa orang, ini akan menjadi hal yang cukup mudah untuk diwujudkan, sedang beberapa orang lainnya masih sibuk menimang-nimang antara berangkat atau tidak. Biasanya yang menjadi permasalahan adalah ada uang, tapi tidak ada waktu; ada waktu, tapi tidak ada uang; atau malah keduanya. Kali ini, saya akan membahas bagaimana bisa liburan nyaman, meski minim keuangan. 1. Menentukan waktu kosong yang pasti Ya, kalian tidak salah baca. Dengan waktu kosong yang sudah pasti, akan sangat membantu kalian kapan dan metode promo apa yang bisa digunakan untuk memesan tiket kereta, pesawat, maupun penginapan. Tentu saja memesan 4 sampai 1 bulan lebih awal bisa memastikan kalian mendapat harga yang miring. Apalagi jika kalian bisa mendapat waktu liburan di weekdays , harganya jauh akan lebih murah. ...

TOXIC RELATIONSHIP

Gambar
  By Senna Simbolon Seorang perempuan terlihat sibuk membalut jarinya yang sedang terluka. Ia terlihat meringis, tapi juga berusaha untuk tetap tenang. Ujung jari yang sakit didekatkan ke pipi, rasanya hangat dan ada gerakan nyut-nyutan yang cukup keras. Tusukan yang dalam memang terasa lebih sakit dibandingkan goresan pisau. “EH!! Udah jangan biar aku aja!” teriak si gadis usai meniup jemarinya. “DIAM DI SITU!” balas sahabat si gadis saat mulai sibuk membersihkan ceceran darah yang mewarnai lantai keramik berwarna putih bersih. Tampak dengan sangat jelas, warna merah tertransfer ke tissue basah. Ia begitu lihai urusan bersih-bersih, tapi sepertinya kejadian kali ini membuat hawa sekeliling tampak mengerikan. Dingin dan mencekam. Dinda yang tidak berani membantah hanya ambil posisi di sudut ruangan sambil meratapi nasibnya setelah ini. Wajah lusuh, kesakitan, dan memelas begitu jelas di sana. Seperti sedang menunggu diberi hukuman, tampak pasrah, dan tidak berani ke mana-ma...

PUDAR

  By Senna Simbolon           Aku mengerutkan dahi ketika sebuah notif pesan WA masuk ke ponselku. Perasaan bingung dan tanya mulai bergantian memasuki kepala. Mengapa belakangan lelaki ini mulai sering memulai komunikasi denganku, selalu ingin bertemu, dan bercandanya seperti kebiasaan para lelaki yang sedang mencoba mendekati wanitanya. Bukan, aku bukan membencinya atau tidak menyukai perlakuannya sekarang, hanya saja itu cukup aneh bagi kami yang sudah berstatus sebagai mantan. Apalagi aku tahu betul dia sangat tidak suka kalau aku membahas soal hubungan sebelumnya, ia akan berkata aku sangat suka hidup di bayang-bayang masa lalu.           Setelah berpisah aku tahu bahwa kami masih saling mencintai, namun untuk Kembali itu bukan pilihan yang terbaik saat ini. Sebelumnya aku selalu menunjukkan padanya betapa aku sangat mencintai dan masih menginginkannya, tapi sepertinya ia tidak menyu...

AKHIR YANG BERBEDA

 By : Senna Simbolon “Hah!? Iya kenapa?” tanyaku berulang saat telinga menangkap jelas panggilan yang sudah lama tak kudengar. Hatiku bergetar seakan ada yang belum usai, padahal berjam-jam yang lalu semua tampak baik dan tak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku masih belum percaya apa yang keluar dari mulut manisnya. “Aku bilang kita naik ke lantai dua!” teriaknya sedikit kencang. “Ah iya, maaf!” Aku mendesir kikuk, sembari menaiki escalator secara perlahan. Ternyata telingaku sedang bermasalah, ia sama sekali tidak menggunakan panggilan sayang itu lagi. Aku harus sadar, semua telah berubah, ceritanya sudah usai sejak tiga bulan lalu. Adegan aku yang masih tertinggal di belakang, kugunakan untuk memukul-mukul kepala, aku berharap dia tidak menyadari kesalahan yang kulakukan barusan. Tolol sekali! Meski ia telah mengulang kata ‘naik’ sebanyak empat kali, indra pendengarku masih lebih senang memanipulasinya ke kata yang paling kurindukan sejak lama. Sepanjang sore itu, aku dia...

KISAH KESEKIAN KALINYA

Gambar
by Senna Simbolon  Walau dengan gaun putih dan heels , aku tetap berlarian kecil di salah satu mall kota Bekasi. Sambil memasang anting yang berwarna senada, sesekali langkah dipercepat. Aku melihat jam di ponsel yang sudah menunjukkan pukul 18.30 menjelang malam. Aku sudah terlambat setengah jam, sungguh di luar kebiasaanku. Sebuah restoran bernuansa ungu mulai kelihatan jelas, aku makin bersemangat meski remang-remang ikut menaungi sekitar. Saat tepat di depan pintu, langkah kaki berhenti sejenak, tarikan napas tanda persiapan kekuatan. Mata liar mulai menyusuri setiap sudut ruangan, aku menemukan dirinya di sana. Lelaki itu menggunakan kemeja putih casual . Jantung berdegub kencang, kali ini tarikan napas terjadi tanpa diperintah. Senyum penantian mulai terlihat jelas di sana. Kuhampiri sembari menggenggam erat tali tas yang terbuat dari bulatan-bulatan besi kecil. “Silahkan duduk!” ucap lelaki berkulit sawo matang seraya mempersiapkan dudukan untukku yang masih berusaha ...

Putih yang menyamar Hitam-Chapter 32 (END)

Gambar
  Tingkat Kehidupan   ~Aku akan menangis ketika aku lelah. Bukan untuk menunjukkan aku lemah, apalagi mendorongku agar menyerah. Aku akan menangis untuk meyakinkan hati bahwa aku bisa. Bisa mengatasi semua~ *** Satu persatu masalah pun akhirnya selesai. Bukan berarti takkan ada lagi persoalan yang akan menghampiri. Aku hanya merasa senang telah mampu bersikap dewasa untuk semua kejadian yang menimpa. Ini akan menjadi bekalku untuk memecahkan tantangan baru yang telah menanti di ujung waktu. Cepat atau lambat satu demi satu akan datang lagi, menguji lagi, memberi kesulitan lagi dan kemenangan akan kuraih. Hidup bukanlah tentang bagaimana aku bahagia tanpa adanya derita. Hidup adalah kemampuan menghadapi kepahitan yang mendera. Rasa bangga karena ternyata aku telah melewati semua. Sekarang aku sungguh paham. Menangis memang tidak akan mengubah apapun, tapi mampu memberikan kelegaan. Aku akan menangis ketika aku lelah. Bukan untuk menunjukkan aku lemah, apalagi mendor...

Putih yang menyamar Hitam-Chapter 31

Gambar
  Penobatan Sahabat   ~Keadaanku jauh lebih baik, setelah ia memilih untuk tidak berbalik~ *** Sekitar lima bulan setelah perjumpaan dengan Bunda (08 Maret 2020). “Aku sudah kembali dan tidak akan pergi lagi!” “Aku tidak berharap kau selalu menetap. Lakukan apa yang ingin kau lakukan! Aku sudah cukup dewasa untuk menghargai setiap keputusan.” Aku tersenyum memberi tahu isi hatiku. “ Drama Queen ,” ejek Siska karena kata-kata kami yang terlalu serius. “Udah deh, enggak usah ikut campur!” bentak Gema. Masih sama seperti yang dulu, perang mulut akhirnya dimulai.   Saat memperhatikan mereka dengan perasaan haru, getaran di ponselku   berkali-kali minta diladeni. Ternyata pesan dari teman spesial di zaman SMA. Aku membalas dengan singkat karena ingin quality time dengan sahabat. Ia akan mengerti karena pertemuan ini sangat penting bagi kami. *** Sekitar lima bulan lalu (28 September 2019).      “Ternyata aku masih secantik yang ...